Akhirnya menikah juga. Putri dan Mas Boy. Eh, namanya Wahyu tapi Putri mengenalkannya Mas Boy, yo aku melu-melu.
18.6.09
Putri dan Mas Boy
Akhirnya menikah juga. Putri dan Mas Boy. Eh, namanya Wahyu tapi Putri mengenalkannya Mas Boy, yo aku melu-melu.
Putri Menikah
Pas ada perlu ke Madiun, pas Putri menikah, Kamis (18/6). Pagi setelah Subuh berangkat. Nyegat bus di pintu masuk perumahan, maunya milih Eka atau Mira, yang lewat Sumber Kencono terus. Wis, gak apa-apa daripada telat. Begitu naik bus, ndonga gak uwis-uwis. Bus mlayu buanter. Sampai di Gereja Oikumene Maospati sudah banyak orang. Pokoknya ada mobil manten ya sudah bener.
Gak sempat ganti baju wong acaranya sudah mulai setengah jalan. Ya wis, tetap pakai jaket, sisiran seadanya, masuk. Motret.
Gak ada yang mengenali kecuali Om Har dan Putri karena aku naik ke altar. Lha kalau gak gitu yo gak dapat foto genah. Baru ketika acara selesai semua ngeh kalau makhluk nglomprot itu aku. Ini foto-fotonya.
Aku tidak ikut pesta di Magetan, tempatnya Mas Boy. Masih ada satu tugas di dekat Madiun yang harus beres sebelum balik ke Surabaya. Ya wis, cepet-cepetan, pulang naik bus Patas. Lumayan, bisa tidur nyenyak setelah sebelumnya kriyip-kriyip terus.
Kalau urutan fotonya kacau gak apa-apa ya. Pokoknya cepat diunggah dulu.
1. Putri dan Mas Boy.
2. Yang Kung alias bapak alias pak puh.
3. Ini rombongan: Dik Ida, Bapak, mama, Dik Desi, Bulik Ti, Bulik Mamik, dan Mami. Mami ini ibunya Diana, istrinya Dik Awang. Ternyata dia adiknya Reni, teman SMP. Anak kecil itu anaknya Dik Agung yang ikut Bulik Ti.
4. Ini Om Ji, anaknya Pak Dono, dan Pak Dono.
5. Yang sendirian ini Doni, anaknya Pak Dono.
Langganan:
Postingan (Atom)